ASPEK
TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Bisnis yang ingin saya
lakukan adalah membuka suatu toko aksesoris yang menjual berbagai jenis
kerajinan buatan tangan (handmade), namun saat ini masih berfokus pada pembuatan bros rajut. Karenanya lokasi
usaha akan berada di lingkungan kampus atau sekolah yang merupakan tempat
konsumen terbesar bisnis ini. Tahapan-tahapan yang akan saya lakukan untuk
mewujudkan bisnis adalah sebagai berikut.
A.
RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
1.
Evaluasi Lokasi Usaha
Lokasi yang akan digunakan sebagai
tempat usaha pembuatan bros rajut adalah sebuah ruko yang terletak di jalan
Lingkar Kampus depan Biro IAIN, Rukoh.
2.
Sarana dan Prasarana
Kami akan menggunakan bangunan ruko
yang dilengkapi dengan berbagai sarana seperti meja, kursi, ruang display,
serta tempat parkir.
3.
Bahan dan Peralatan Utama
Bahan serta peralatan yang dibutuhkan
dalam membuat bros rajut adalah:
§ Berbagai jenis benang dalam berbagai warna.
§ Hook/ kait
§ Pin
§ Lem serbaguna
§ Gunting dan jarum jahit
§ Bahan pelengkap lainnya
4.
Jadwal Pelaksanaan Usaha
Usaha pembuatan bros rajut ini telah
mulai berjalan sejak akhir September 2013 dan akan terus melanjutkan proses
operasional maupun penjualannya.
B.
RENCANA PENGOPERASIAN USAHA
1.
Pemilihan dan Perencanaaan
Produk
Produk yang ditawarkan berupa
aksesoris buatan tangan yang memiliki desain dan kualitas yang baik. Untuk bros rajut akan mengutamakan pemilihan
bentuk-bentuk yang unik dan padu padan warna yang menarik. Proses pembuatan bros rajut adalah memilih
jenis dan warna benang yang sesuai dengan desain, membentuk rajutan sesuai pola
yang telah ditentukan, dan menjahitkan pin/peniti dibelakang rajutan tersebut.
2.
Pemilihan Teknologi
Pembuatan bros rajut masih
tradisional yaitu menggunakan tangan.
Ukuran bros yang tidak terlalu besar menjadi alasan mengapa kami tidak
menggunakan mesin. Meskipun tidak
menggunakan mesin, namun kami tetap menjaga kualitas hasil rajutan kami.
3.
Perencanaan Jumlah Produksi
Karena masih tradisional dan
menggunakan tenaga manusia, maka kapasitas produksi kami masih terbatas. Pembuatan bros rajut memerlukan waktu yang
berbeda-beda tergantung pada ukuran serta tingkat kerumitan designnya. Pembuatan bros rajut yang tingkat kesulitan
pembuatannya tinggi dapat dihasilkan minimal 3 pcs/hari, sedangkan bros rajut
dengan tingkat kesulitan pembuatan sedang (sederhana) dapat dihasilkan minimal
10 pcs/hari
4.
Pengawasan Kualitas
Agar kualitas produk tetap terjaga, maka
kami akan terus melakukan pengecekan terhadap hasil rajutan sebelum ditambahkan
pin/peniti. Kami juga akan terus
meningkatkan kemampuan merajut para pembuat bros sehingga kualitas serta design
dari bros rajut yang kami hasilkan akan mengalami peningkatan.
ASPEK
MANAJEMEN
1.
PERENCANAAN
(PLANNING)
§
Pendekatan
yang digunakan dalam membuat perencanaan adalah pendekatan campuran, yaitu
manajer memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar sedangkan
perencanaan detailnya diserahkan kepada kreativitas tiap-tiap unit.
§
Fungsi dari
perencanaan dan rencana yang dibuat adalah sebagai penerjemah kebijakan umum,
merupakan perkiraan yang bersifat ramalan, berfungsi ekonomi, memastikan suatu
kegiatan berjalan (dengan mengatur tiap hak dan kewajiban, tugas dan tanggung
jawab, serta wewenangnya), sebagai alat koordinasi, dan sebagai sarana
pengawasan.
§
Bentuk
perencanaannya yaitu perencanaan jangka panjang berupa toko serta produk-produk
kami kenal serta diterima oleh masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.
Perencanaan jangka menengah yaitu terus berupaya meningkatkan kualitas serta
kreatifitas desain produk bros rajut sehingga usaha ini dapat terus
bertahan. Perecanaan jangka pendek yaitu
meningkatakan penjualan tahun ini.
Perencanaan strategis dilakukan dengan menentukan visi, misi, dan
strategi perusahaan untuk jangka panjang.
Sedangkan perencanaan operasional dilakukan dengan menentukan program
kerja untuk jangka pendek.
2.
PENGORGANISASIAN
(ORGANIZING)
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
maka dibentuklah suatu struktur organisasi yang sebagai berikut
Job description tiap unit kerja ialah:
§
Manajer,
yaitu bertugas mengontrol setiap aktivitas di perusahaan, menjalin hubungan
kerja dengan pihak-pihak yang berkepentingan, dan memastikan perkembangan
usaha.
§
Bagian
Produksi, yaitu bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan produksi,
mengkoordinasikan, memberi arahan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan produksi,
serta menciptakan desain-desain baru.
§
Bagian
Keuangan, yaitu mengatur arus keuangan di perusahaan, mengawasi serta mencatat
setiap kegiatan keuangan, serta menjadi kasir.
§
Bagian
Marketing, yaitu bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran produk serta
menetapkan strategi pemasaran dan promosi.
§
Bagian
Pembelian, yaitu melakukan pembelian bahan baku sesuai kebutuhan produksi,
serta pembelian aksesoris lainnya untuk dijual kembali.
3.
PENGGERAKAN
(ACTUATING)
Dalam menggerakan seluruh perencanaan diatas,
pemimpin akan mengkomunikasikan tiap-tiap hak dan kewajiban serta tujuan yang
diharapkan dari karyawannya sehingga mereka mampu mengerjakan pekerjaannya
dengan baik. Pemimpin juga akan
memberikan motivasi bagi karyawannya agar mereka dapat terus mengembangkan
potensinya.
4.
PENGENDALIAN
(CONTROLLING)
Pengendalian yang dilakukan yaitu:
§
Pengendalian
pendahuluan berupa pengendalian material bahan baku, keuangan, serta sumber
daya manusia yang dimiliki.
§
Pengendalian
bersamaan berupa penentuan standar perilaku, standar kegiatan produksi dan
pelaksaan kegiatan secara layak.
§
Pengendalian
umpan balik berupa penentuan standar hasil (output)
produk yang diproduksi, yaitu bros rajut serta saran dari pelanggan.
ASPEK
SUMBER DAYA MANUSIA
Dalam perencanaan
sumber daya manusia pada bisnis bros rajut, tenaga kerja yang dibutuhkan telah
disesuaikan dengan rencana yang menyeluruh dari perusahaan (perencanaan dari
atas ke bawah). Karenanya pada tahap
awal usaha jumlah tenaga kerja yang direncanakan sebanyak 6 orang yaitu, satu
orang manajer, satu orang pada bagian keuangan sekaligus kasir, satu orang pada
bagian pembelian, satu orang pada bagian marketing, dan 2 orang pada bagian
produksi. Jumlan tenaga kerja ini akan
mengalami perubahan terutama pada bagian produksi yang akan disesuaikan dengan
peningkatan produksi dan penjualan. Kami
juga akan merekrut pekerja lepas (part timer)
yang akan dipekerjakan pada proyek-proyek tertentu dan diberikan upah sesuai
dengan banyak bros rajut yang dihasilkan.
Perekrutan pekerja lepas akan difokuskan kepada mahasiswa/pelajar yang
memiliki keahlian merajut. Bagian produksi juga akan meningkatkan kualitas dan
kemampuan para anggotanya dengan menyelenggarakan kegiatan belajar merajut
bersama setiap dua mingguan.
ASPEK
KEUANGAN
Investasi awal
peralatan dan bahan baku yang dibutuhkan dalam bisnis bros rajut adalah sebagai
berikut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar