Ada apa di halaman Fakultas Ekonomi Unsyiah?
Barangkali pertanyaan diatas sempat mampir dikepala sebagian orang yang lewat dihadapan fakultas tertua di unsyiah itu. Sekumpulan stand yang cukup banyak itu jelas membuat banyak orang penasaran. Tapi sebenarnya stand-stand yang ada di halaman FE Unsyiah adalah sebagian dari rangkaian acara Pra Semester Expo '09yang diadakan oleh Inkubator Usahawan Muda USK. Acara yang satu ini sangat ditunggu-tunggu bagi para anggota inkubator, terutama para panitia yang kebanyakan merupakan anggota baru di inkubator. Persiapan untuk expo ini sendiri sudah dilakukan sejak lama, tapi akhirnya kegiatan ini resmi dibuka pada tanggal 10 maret kemarin dan akan berakhir pada 14 maret.
Expo yang bertemakan 'Learn Your Market, Catch Your Target' ini sendiri terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Pada hari pertama, setelah pembukaan oleh DR. Iskandarsyah Madjid SE, MM dimulailah pameran produk dan jasa serta dart game competition. Kegiatan ini berlangsung sepanjang masa expo. Kemudian pada tanggal 12 akan diadakan Pelatihan dan Bedah Buku "Cara Sukses Menguasai 3ds MAX" yang dibawakan langsung oleh Bapak Aditya,ST, pengarang buku tersebut. Sebenarnya acara ini cukup bagus, apalagi pak Aditya tsb memaparkan tentang dunia animasi dengan cukup jelas dan gaya bahasa yang ringan sehingga bagi para pemula di bidang ini juga dapat menikmati tentang 3ds max ini atau malah menimbulkan ketertarikan baru untuk lebih memahaminya. Hanya saja yang disayangkan adalah pada awal acara peminatnya masih kurang namun terus bertambah hingga akhir acara. Pada hari ini juga akan diadakan Salesmanship competition yang terbuka untuk umum. Namun lagi-lagi entah mengapa kegiatan yang satu ini kurang banyak peminatnya. Sehingga akhirnya yang mendaftar kebanyakan hanyalah para anggota inkubator. Padahal hadiah yang ditawarkan sudah cukup menarik ataukah masih banyak mahasiswa kita yang malu untuk berjualan?
I don't know the answer..
Pada hari keempat akan diadakan seminar entrepreneur bagi siswa SMU dengan tema "How to Create Idea and Establish it" serta COS (Cerita Orang Sukses) dengan pembicara berasal dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan Kanda Andrea Vidiatama dari Orenz Distro. Dan pada hari terakhir expo diadakan pula Winning Competition dan acara penutupan pra semester expo '09 serta pengumuman juara perlombaan yang telah berlangsung.
Acara ini mungkin telah berlangsung beberapa hari dan masih memiliki banya kekurangan dalam berbagai hal. Tapi dengan kerja sama yang baik antara panitia dan anggota inkubator lainnya mari kita sukseskan expo kali ini.
Semangat...
Kamis, 12 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
Tempayan yang Retak
Banyak hal-hal kecil dalam hidup ini yang terkadang kita sepelekan atau bahkan terlupakan. Mungkin cerita tentang seorang kakek dan tempayannya dapat memberikan suatu pemahaman baru bagi diri kita.
Disuatu desa hiduplah seorang kakek yang pekerjaan sehari-harinya menjual air dipasar. Setiap pagi kakek itu berangkat menuju sebuah mata air dibukit di ujung desa dengan memanggul dua buah tempayan dibahunya. Salah satu tempayan itu retak sedang yang satunya lagi tidak, sehingga ketika tiba dipasar kakek tersebut hanya dapat menjual satu setengah tempayan air. Hal itu terus berlangsung selama dua tahun.
Suatu hari cucu kakek tersebut yang sekolah didesa tetangga sejak dua tahun lalu pulang. Keesokan paginya dia menemani kakeknya menjual air dipasar. Namun ia terkejut karena kakeknya masih menggunakan tempayan yang sama sejak dua tahun lalu. Dengan heran ia pun berkata, “Ternyata kakek masih menggunakan kedua tempayan itu. bukankan salah satu tempayan itu sudah retak sejak dua tahun lalu. Kalau kakek mau, sepulang dari pasar nanti aku akan membelikan sebuah tempayan baru untuk kakek.”
Sambil tersenyum sang kakek berkata, “tidak usah, tempayan ini sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
“tapi dengan tempayan baru kakek bisa membawa air lebih banyak dan bukankan hanya sia-sia jika kakek terus membawa air yang akhirnya hanya akan terbuang percuma nantinya” cucu kakek itu mencoba meyakinkan sang kakek.
“cobalah kau perhatikan sekelilingmu”kata sang kakek. Cucu itu merasa bingung namun tetap menuruti perkataan kakeknya. Ternyata karena sepanjang perjalanan tadi dia hanya memperhatikan tempayan kakeknya yang retak, dia tidak menyadari bahwa bukit tempat kakeknya mengambil air telah menjadi sangat indah karena disepanjang sisi jalan setapak menuju ke pasar telah ditumbuhi oleh bunga-bunga yang cantik. Benar-benar berbeda dengan bukit yang pernah dilaluinya dua tahun lalu.
“apakah kau telah melihat bunga-bunga indah itu?”tanya sang kakek. Cucunya pun mengangguk. “setiap hal yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki manfaat. Meskipun benda itu hanyalah sebuah tempayan retak. Setiap hari air yang menetes dari tempayan retak ini mengairi bunga-bunga disepanjang jalan ini makanya bukit ini bisa menjadi lebih ini.”
Terkadang kita terlena oleh sesuatu hal yang kita anggap sempurna dan terus menyesali kekurangan yang terdapat dalam diri kita. Padahal sesungguhnya dibalik kekurangan itu pasti terdapat suatu maksud tersendiri dari yang maha kuasa. Bukankah Allah tidak pernah menciptakan suatu hal yang sia-sia. Hanya saja kita harus belajar mengenali kelemahan yang kita miliki dan temukan kelebihanmu yang indah dibaliknya.
Disuatu desa hiduplah seorang kakek yang pekerjaan sehari-harinya menjual air dipasar. Setiap pagi kakek itu berangkat menuju sebuah mata air dibukit di ujung desa dengan memanggul dua buah tempayan dibahunya. Salah satu tempayan itu retak sedang yang satunya lagi tidak, sehingga ketika tiba dipasar kakek tersebut hanya dapat menjual satu setengah tempayan air. Hal itu terus berlangsung selama dua tahun.
Suatu hari cucu kakek tersebut yang sekolah didesa tetangga sejak dua tahun lalu pulang. Keesokan paginya dia menemani kakeknya menjual air dipasar. Namun ia terkejut karena kakeknya masih menggunakan tempayan yang sama sejak dua tahun lalu. Dengan heran ia pun berkata, “Ternyata kakek masih menggunakan kedua tempayan itu. bukankan salah satu tempayan itu sudah retak sejak dua tahun lalu. Kalau kakek mau, sepulang dari pasar nanti aku akan membelikan sebuah tempayan baru untuk kakek.”
Sambil tersenyum sang kakek berkata, “tidak usah, tempayan ini sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
“tapi dengan tempayan baru kakek bisa membawa air lebih banyak dan bukankan hanya sia-sia jika kakek terus membawa air yang akhirnya hanya akan terbuang percuma nantinya” cucu kakek itu mencoba meyakinkan sang kakek.
“cobalah kau perhatikan sekelilingmu”kata sang kakek. Cucu itu merasa bingung namun tetap menuruti perkataan kakeknya. Ternyata karena sepanjang perjalanan tadi dia hanya memperhatikan tempayan kakeknya yang retak, dia tidak menyadari bahwa bukit tempat kakeknya mengambil air telah menjadi sangat indah karena disepanjang sisi jalan setapak menuju ke pasar telah ditumbuhi oleh bunga-bunga yang cantik. Benar-benar berbeda dengan bukit yang pernah dilaluinya dua tahun lalu.
“apakah kau telah melihat bunga-bunga indah itu?”tanya sang kakek. Cucunya pun mengangguk. “setiap hal yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki manfaat. Meskipun benda itu hanyalah sebuah tempayan retak. Setiap hari air yang menetes dari tempayan retak ini mengairi bunga-bunga disepanjang jalan ini makanya bukit ini bisa menjadi lebih ini.”
Terkadang kita terlena oleh sesuatu hal yang kita anggap sempurna dan terus menyesali kekurangan yang terdapat dalam diri kita. Padahal sesungguhnya dibalik kekurangan itu pasti terdapat suatu maksud tersendiri dari yang maha kuasa. Bukankah Allah tidak pernah menciptakan suatu hal yang sia-sia. Hanya saja kita harus belajar mengenali kelemahan yang kita miliki dan temukan kelebihanmu yang indah dibaliknya.
Langganan:
Postingan (Atom)