Pages

Sabtu, 07 Desember 2013

UJIAN TENGAH SEMESTER STUDI KELAYAKAN BISNIS BROS RAJUT

ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

Bisnis yang ingin saya lakukan adalah membuka suatu toko aksesoris yang menjual berbagai jenis kerajinan buatan tangan (handmade), namun saat ini masih berfokus pada pembuatan bros rajut.  Karenanya lokasi usaha akan berada di lingkungan kampus atau sekolah yang merupakan tempat konsumen terbesar bisnis  ini.  Tahapan-tahapan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan bisnis adalah sebagai berikut.

A.    RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
1.      Evaluasi Lokasi Usaha
Lokasi yang akan digunakan sebagai tempat usaha pembuatan bros rajut adalah sebuah ruko yang terletak di jalan Lingkar Kampus depan Biro IAIN, Rukoh.

2.      Sarana dan Prasarana
Kami akan menggunakan bangunan ruko yang dilengkapi dengan berbagai sarana seperti meja, kursi, ruang display, serta tempat parkir.

3.      Bahan dan Peralatan Utama
Bahan serta peralatan yang dibutuhkan dalam membuat bros rajut adalah:
§  Berbagai jenis benang dalam berbagai warna.
§  Hook/ kait
§  Pin
§  Lem serbaguna
§  Gunting dan jarum jahit
§  Bahan pelengkap lainnya

4.      Jadwal Pelaksanaan Usaha
Usaha pembuatan bros rajut ini telah mulai berjalan sejak akhir September 2013 dan akan terus melanjutkan proses operasional maupun penjualannya.

B.     RENCANA PENGOPERASIAN USAHA
1.      Pemilihan dan Perencanaaan Produk
Produk yang ditawarkan berupa aksesoris buatan tangan yang memiliki desain dan kualitas yang baik.  Untuk bros rajut akan mengutamakan pemilihan bentuk-bentuk yang unik dan padu padan warna yang menarik.  Proses pembuatan bros rajut adalah memilih jenis dan warna benang yang sesuai dengan desain, membentuk rajutan sesuai pola yang telah ditentukan, dan menjahitkan pin/peniti dibelakang rajutan tersebut.

2.      Pemilihan Teknologi
Pembuatan bros rajut masih tradisional yaitu menggunakan tangan.  Ukuran bros yang tidak terlalu besar menjadi alasan mengapa kami tidak menggunakan mesin.  Meskipun tidak menggunakan mesin, namun kami tetap menjaga kualitas hasil rajutan kami.

3.      Perencanaan Jumlah Produksi
Karena masih tradisional dan menggunakan tenaga manusia, maka kapasitas produksi kami masih terbatas.  Pembuatan bros rajut memerlukan waktu yang berbeda-beda tergantung pada ukuran serta tingkat kerumitan designnya.  Pembuatan bros rajut yang tingkat kesulitan pembuatannya tinggi dapat dihasilkan minimal 3 pcs/hari, sedangkan bros rajut dengan tingkat kesulitan pembuatan sedang (sederhana) dapat dihasilkan minimal 10 pcs/hari

4.      Pengawasan Kualitas
Agar kualitas produk tetap terjaga, maka kami akan terus melakukan pengecekan terhadap hasil rajutan sebelum ditambahkan pin/peniti.  Kami juga akan terus meningkatkan kemampuan merajut para pembuat bros sehingga kualitas serta design dari bros rajut yang kami hasilkan akan mengalami peningkatan.


ASPEK MANAJEMEN
1.      PERENCANAAN (PLANNING)
§  Pendekatan yang digunakan dalam membuat perencanaan adalah pendekatan campuran, yaitu manajer memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar sedangkan perencanaan detailnya diserahkan kepada kreativitas tiap-tiap unit.
§  Fungsi dari perencanaan dan rencana yang dibuat adalah sebagai penerjemah kebijakan umum, merupakan perkiraan yang bersifat ramalan, berfungsi ekonomi, memastikan suatu kegiatan berjalan (dengan mengatur tiap hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, serta wewenangnya), sebagai alat koordinasi, dan sebagai sarana pengawasan.
§  Bentuk perencanaannya yaitu perencanaan jangka panjang berupa toko serta produk-produk kami kenal serta diterima oleh masyarakat di tingkat lokal maupun nasional. Perencanaan jangka menengah yaitu terus berupaya meningkatkan kualitas serta kreatifitas desain produk bros rajut sehingga usaha ini dapat terus bertahan.  Perecanaan jangka pendek yaitu meningkatakan penjualan tahun ini.  Perencanaan strategis dilakukan dengan menentukan visi, misi, dan strategi perusahaan untuk jangka panjang.  Sedangkan perencanaan operasional dilakukan dengan menentukan program kerja untuk jangka pendek.

2.      PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka dibentuklah suatu struktur organisasi yang sebagai berikut

 
Job  description tiap unit kerja ialah:
§  Manajer, yaitu bertugas mengontrol setiap aktivitas di perusahaan, menjalin hubungan kerja dengan pihak-pihak yang berkepentingan, dan memastikan perkembangan usaha.
§  Bagian Produksi, yaitu bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan produksi, mengkoordinasikan, memberi arahan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan produksi, serta menciptakan desain-desain baru.
§  Bagian Keuangan, yaitu mengatur arus keuangan di perusahaan, mengawasi serta mencatat setiap kegiatan keuangan, serta menjadi kasir.
§  Bagian Marketing, yaitu bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran produk serta menetapkan strategi pemasaran dan promosi.
§  Bagian Pembelian, yaitu melakukan pembelian bahan baku sesuai kebutuhan produksi, serta pembelian aksesoris lainnya untuk dijual kembali.

3.      PENGGERAKAN (ACTUATING)
Dalam menggerakan seluruh perencanaan diatas, pemimpin akan mengkomunikasikan tiap-tiap hak dan kewajiban serta tujuan yang diharapkan dari karyawannya sehingga mereka mampu mengerjakan pekerjaannya dengan baik.  Pemimpin juga akan memberikan motivasi bagi karyawannya agar mereka dapat terus mengembangkan potensinya.

4.      PENGENDALIAN (CONTROLLING)
Pengendalian yang dilakukan yaitu:
§  Pengendalian pendahuluan berupa pengendalian material bahan baku, keuangan, serta sumber daya manusia yang dimiliki.
§  Pengendalian bersamaan berupa penentuan standar perilaku, standar kegiatan produksi dan pelaksaan kegiatan secara layak.
§  Pengendalian umpan balik berupa penentuan standar hasil (output) produk yang diproduksi, yaitu bros rajut serta saran dari pelanggan.


ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
Dalam perencanaan sumber daya manusia pada bisnis bros rajut, tenaga kerja yang dibutuhkan telah disesuaikan dengan rencana yang menyeluruh dari perusahaan (perencanaan dari atas ke bawah).  Karenanya pada tahap awal usaha jumlah tenaga kerja yang direncanakan sebanyak 6 orang yaitu, satu orang manajer, satu orang pada bagian keuangan sekaligus kasir, satu orang pada bagian pembelian, satu orang pada bagian marketing, dan 2 orang pada bagian produksi.  Jumlan tenaga kerja ini akan mengalami perubahan terutama pada bagian produksi yang akan disesuaikan dengan peningkatan produksi dan penjualan.  Kami juga akan merekrut pekerja lepas (part timer) yang akan dipekerjakan pada proyek-proyek tertentu dan diberikan upah sesuai dengan banyak bros rajut yang dihasilkan.  Perekrutan pekerja lepas akan difokuskan kepada mahasiswa/pelajar yang memiliki keahlian merajut. Bagian produksi juga akan meningkatkan kualitas dan kemampuan para anggotanya dengan menyelenggarakan kegiatan belajar merajut bersama setiap dua mingguan. 




ASPEK KEUANGAN
Investasi awal peralatan dan bahan baku yang dibutuhkan dalam bisnis bros rajut adalah sebagai berikut.