Pages

Senin, 02 Maret 2009

Tempayan yang Retak

Banyak hal-hal kecil dalam hidup ini yang terkadang kita sepelekan atau bahkan terlupakan. Mungkin cerita tentang seorang kakek dan tempayannya dapat memberikan suatu pemahaman baru bagi diri kita.

Disuatu desa hiduplah seorang kakek yang pekerjaan sehari-harinya menjual air dipasar. Setiap pagi kakek itu berangkat menuju sebuah mata air dibukit di ujung desa dengan memanggul dua buah tempayan dibahunya. Salah satu tempayan itu retak sedang yang satunya lagi tidak, sehingga ketika tiba dipasar kakek tersebut hanya dapat menjual satu setengah tempayan air. Hal itu terus berlangsung selama dua tahun.

Suatu hari cucu kakek tersebut yang sekolah didesa tetangga sejak dua tahun lalu pulang. Keesokan paginya dia menemani kakeknya menjual air dipasar. Namun ia terkejut karena kakeknya masih menggunakan tempayan yang sama sejak dua tahun lalu. Dengan heran ia pun berkata, “Ternyata kakek masih menggunakan kedua tempayan itu. bukankan salah satu tempayan itu sudah retak sejak dua tahun lalu. Kalau kakek mau, sepulang dari pasar nanti aku akan membelikan sebuah tempayan baru untuk kakek.”
Sambil tersenyum sang kakek berkata, “tidak usah, tempayan ini sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

“tapi dengan tempayan baru kakek bisa membawa air lebih banyak dan bukankan hanya sia-sia jika kakek terus membawa air yang akhirnya hanya akan terbuang percuma nantinya” cucu kakek itu mencoba meyakinkan sang kakek.

“cobalah kau perhatikan sekelilingmu”kata sang kakek. Cucu itu merasa bingung namun tetap menuruti perkataan kakeknya. Ternyata karena sepanjang perjalanan tadi dia hanya memperhatikan tempayan kakeknya yang retak, dia tidak menyadari bahwa bukit tempat kakeknya mengambil air telah menjadi sangat indah karena disepanjang sisi jalan setapak menuju ke pasar telah ditumbuhi oleh bunga-bunga yang cantik. Benar-benar berbeda dengan bukit yang pernah dilaluinya dua tahun lalu.

“apakah kau telah melihat bunga-bunga indah itu?”tanya sang kakek. Cucunya pun mengangguk. “setiap hal yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki manfaat. Meskipun benda itu hanyalah sebuah tempayan retak. Setiap hari air yang menetes dari tempayan retak ini mengairi bunga-bunga disepanjang jalan ini makanya bukit ini bisa menjadi lebih ini.”


Terkadang kita terlena oleh sesuatu hal yang kita anggap sempurna dan terus menyesali kekurangan yang terdapat dalam diri kita. Padahal sesungguhnya dibalik kekurangan itu pasti terdapat suatu maksud tersendiri dari yang maha kuasa. Bukankah Allah tidak pernah menciptakan suatu hal yang sia-sia. Hanya saja kita harus belajar mengenali kelemahan yang kita miliki dan temukan kelebihanmu yang indah dibaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar